A story about....

Sang Rumput dan Angin (Kisah Cinta Tak Terungkapkan)

 **Sepertinya angin selalu berbisik keindahan, bagi mereka yang sadar. Ya.. bagi mereka yang mengengerti akan sebuah keelokan dari   ga...

Kamu Mencintai Siapa?

"Kamu Mencintai Siapa?"

Apakah pertanyaan itu pernah terlintas dalam benakmu? Kau merasa hati kosong, dan yang jelas ada yang kurang dalam setiap langkah.

"Apakah kau meriindukan seseorang?"

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin tersampaikan. Hati yang kosong, di situlah kekosongan itu hendak terisi. Ingin kau terpenuhi kekurangan yang tak beralasan teresebut.
Kau merindukan seseorang. Apa yang akan kau lakukan dengan rasa rindu ini?

Kau hanya bisa berdiam dan mungkin menyimpan sesak dalam dada. Karena semuanya entah. Ya, entah harus melakukan apa. Menyampaikan rindu pun seperti hal sulit, sesulit kita mengerjakan soal logaritma. Antara gengsi dan malu. Apa kata dunia jika aku ungkap rindu?

Mungkin, mencintai seseorang itu sulit. Manusa harus menahan rasa sakit dan harus berkorban, Dan jika kau bertanya pada hatimu, "Kamu Mencintai Siapa?"


Tunggu dan rasakan. Hanya hatimu yang menjawab, karena  cinta itu tak perlu alasan. Asal engkau ingin selalu bersama dan merasakan rindu, kau telah tercuri hatinya.

By... Arifta Lantita Jingga

Sebuah tanya

**ia diam-diam menyelinap ke  dalam ruang terkunci. Ya, sebelumnya memang sengaja empunya tak mengijinkan siapapun masuk tanpa seijinnya. Saat sadar, sang pemilik telah tercuri, entah apa yang hilang? Tak mampu ia jelaskan. Yang ia tahu, apa yang ia cari ribuan tahun telah ia temukan secara tak sengaja. Bahkan, ketika apa yang ia cari telah temukan, menggenggampun tak mampu. Semuanya terlambat, kunci hilang dan sang penyusup pergi. Ironis, kejam, tragis kah saat pemilik berdiam diri dalam ruang yang kini hidup dengan jejak-jejak kenangan yg tak sengaja ditinggalkan oleh sang penyelinap tak diundang itu?
#sebuah_tanya

#senja temaram jinggaa
Arifta Lantita Jinggaa

Sang Rumput dan Angin (Kisah Cinta Tak Terungkapkan)


 **Sepertinya angin selalu berbisik keindahan, bagi mereka yang sadar. Ya.. bagi mereka yang mengengerti akan sebuah keelokan dari  gagasan ataupun presepsi otak kanan manusia, dimana bagian itu memiliki fungsi yang penting dalam melihat hal-hal  berbau estetika.. Bagiku keindahan itu abstrak, dimana semua dapat terlihat indah dari sisi yang berbeda..

Begitu juga ‘rumput’ ,  ya Tita suka melihat tumbuhan pendek itu.. Dimana tumbuhan itu aku biarkan tumbuh sesuka mereka di depan rumahku... berharap mereka adalah populasi yang mendominasi halaman rumahku, ya... sebagai peramai taman kecilku.

 Dulu aku kurang mengerti kenapa aku tak tertarik dengan tatanan paving  untuk halaman kecilku, mungkin memang, kini aku paham otak bawah sadarku lebih tertarik melihat hamparan hijau itu tergelar bebas layak karpet alami di depan rumahku. Ya.. seperti itu keindahan, ketika aku melihat ayam-ayam asyik mencari makan dan aku menikmati pemandangan itu dengan segelas kopi sedikit manis atau secangkir teh manis-pahit-kental-panas. (Indahnya hidup dalam sejenak menikmati bayangan suasana itu).

Ya.. lagi-lagi otak kecilku berfikir, tentang keindahan alam seperti rumput... Rumput dan kawannya.. Ia terlihat selalu bercengkrama dengan angin, walaupun tak segaduh makhluk lainnya, mereka asik dalam dunianya ciptaan mereka sendiri, bergerak pelan kearah mana sang bayu itu berhembus, mengikuti irama dalam tiap detik moment yang akan lama tersimpan dalam cerebrum sang rumput. Angin... dia akan bergerak dari tekan udara yang tinggi ke tekanan udara yang rendah, saat itu ia akan bertemu dengan rumput dalam tiap aliran pergerakan angin. Walau tak sadar, bagi sang rumput adalah hal yang penuh keajaiban dan tak terlupakan dimana dia selalu bergerak selayaknya hukum alam, berfotosintesis dari mengumpulkan air melalui akar-akar kecilnya yang merambat ke bumi, dan memasaknya melalui klorofil dengan bantuan panas sang mentari, hal  itu kesibukan sang rumput sepanjang hari, menjadi bagian terkecil jagad raya ini dan melaksanakan tugasnya. Dan sesaat itu, saat kebisingan ‘on her duty’, ia merasa berkawan dengan sang angin.. dimana hembusannya mampu mengusir hawa panas dan gerah dari segala sisi dimana ia berpijak..
Rumput pun  akan sadar, lambat laun saat aliran angin pergi, ya... akan terbang seperti biasanya, karena rotasi bumi dan perbedaan tekanan udara di sekitarnya membuat angin harus pergi dan menjalankan tugasnya. Mungkin serasa ada yang kurang bagi sang rumput namun ia meyakinkan diri,"Tak  akan ada yang berubah dalam setiap keyakinan yang terpatri.."

Hal paling diyakini oleh makhluk hijau itu dalam keanggunan kesetiaannya menanti angin kembali untuk sekedar  menyapanya, ia akan kembali.... walaupun membutuhkan waktu yang tak cukup kata sebentar...

 Ataukah?? Sang angin  akan datang dengan badai yang akan meluluh lantakkan batang dan daun-daun kecilnya.. Dan angin pun akan sedikit menderita amnesia ringan, ya melupa bahwa gulma itu adalah makhuk rapuh? Ia akan tenggelam bersama genangan badai yang angin bawa, bahkan untuk berenang pun tak mampu karena akarnya menghujam ke bumi.  

Entah...

Yang jelas, rumput tetap bertahan, setahuku... badai itu akan membuatnya tumbuh lebih subur... Ya... lebih hijau dan rimbun dari sebelumnya..Hingga suatu saat angin pun kembali dengan semilir kesejukannya.. Menyapa tiap pori-pori lapisan epidermis rumput...  dengan sedikit lambaian dahan kecilnya, takut-takut dia megucap salam. Ada desir dalam tiap detak jantung hidupnya, ya sebuah frequensi yang begitu stabil dan semakin merembuatnya lebih merasa “hidup itu indah...”
 Dengan senyum tanpa rumus itu, "Hai angin----", cukuplah sapaan itu terpotong dan  terlanjut dalam batin..

It's like ‘love..’
yeah... love is like home... whatever you go away around the world... whatever you'll take long road and time.. but you'll be back home in the end..

Seperti itulah angin.. rumput tak pernah berubah...
Tetap selalu menjadikan dia gulma yang indah..
Bagi mereka yang menatap tanpa  sisi sebilah..
Dalam penantian tak kan kalah oleh arti menyerah...



#Senja Temaram Jinggaa
17-03-14
Lantita

Sebut saja Dia Adiktif

**seumpama itu sebuah zat..
sebut saja sebagai 'adiktif'..
tak pernah terkenali jenis apa.
jelas sudah, sepantasnya obat itu aktiif
menari dalam otak manusia..
pesona alami, tiada tergaris sebelum bidik fokus tertuntun..
sengaja dalam konsumsi ataukah tak sengaja sekalipun,
dia pantas menyandang label 'adiksi' tinggi..
sukar terhenti layak candu..
inginkan terus-menerus berhembus..
menyusup relung batin, dimana detak itu rapi terbungkus..
jikapun logika dan jiwa hendak berhenti..
bukankah itu menyekat batin?
lebih dari menggingit sang sunyi..
ahh...
adiktif...
yaa...
sebut saja sebagai adiktif..
yang tak ku kenali merk apa...

@ariftatita
#lantita JINggaa

Desember Berhujan..
241213








https://www.facebook.com/TintaLantitaJingga/posts/541371139292726

Mengetuk Pintu Lain

Seret penamu..

**mengetuk pintu lain itu memang sulit..
bukan karena tak mudah atau tak tahu bagai mana cara mengetuknya, namun sukar melepas cengkraman mental diri untuk mulai angkat tangan, ya sedikit pelan meyapa sekedar salam iringi ketukannya...
"Sudikah sang Tuan rumah membukanya?"
tapi... semuanya gagu...
entah logika telah merajai daripada asa., yang jauh dari dulu tumbuh di dasar batin sana?
ataukah tanda tanya, garis miring, keraguan, kata lain entah... tak beralasan..

tersenyumlah... melangkah dalam arti /yakin pantang menyerah/,
semuanya akan bisa dilakukan dengan niat dan mental yang kuat..
Apa sih yang tak mungkin, Kalau Allah yang Mengijinkan
**aku telah mencintainya ya Allah, rasa ini sungguh dalam, entah sejak kapan rasa ini telah ada dalam hatiku, karena sang hati mudah tersentuh, aku sungguh ingin bersamanya.. Sang Tuan pemilik pintu, sudikah engkau membukakan pintu untukku, agar aku bisa masuk, dan mengisi ruang yang indahmu, melengkapi kekurangan aku dan kamu, karena aku yakin.. kita bertemu.... Karena Takdir-Nya, suratan dari Maha Pembolak-balik hati....

Ya Allah, satukanlah Kami di waktu yang tepat.. Ijinkanlah aku untuk berani Mengetuk Pintunya, dan sang Tuan Pemilik pintu, sudi membukakanku dengan senyum dia yang tulus apa adanya...


@ariftatita

Lentera Cinta (goresan Kecil Latinta Jinggaa)



ku kubur rasa yang kian tumbuh tunas-tunasnya..
entah terbilang  rintihan pedih  melanda..
biarlah..
ku enyah dari asa yang sulit ku jamah..
biarlah..
ku endap semua layak pencerah..

cangkramaku dalam maya..
relung terbang simpuh tasbih dan doa menggema..
dalam tiap sujud terselip nama..
entahlah..
kau dengar dentingnya ??
atau...
 tak pernah tersentuh  lantunan syahdunya??
yang ku tahu,
ku tenang saat ku  bisikkan nama,
kau dan aku, menjadi kita..

#latinta Jinggaa

Cinta dan iilusi (Goresan Aksara Tinta Jingga)

**terangkai abjad tak kan mampu ais logika-logika,
timpang tindih  dengan barisan aksara buatnya tertawa,

karna..lantunan jiwa tak kan terjabar oleh bait-bait prakata tak terhingga..

ia redam endap asa yang kian tumbuh tunas-tunasnya..
sejenak, tarik nafas perlahan... dan tanya pada sang relung jiwa,

"Sudahkah aku terjaga dari tidurku yang panjang?"

teriring bait ilusi penuhi imaji..
selayak kasturi mewangi sampai pagi..
dan terus semerbak walau enyahlah sang bayu dan bekasnya?
apakah ini menancap di sini, lubuk kalbu yang terdalam???

ahhh...
andai tak da ruang kosong dan pembatas kasat mata ini..
mungkin sesudut bidang itu telah temukan sang pendar  yang ia cari selama ini...

#lagi-lagi imaji yang selalu kau susuri..
-cinta dan ilusi-


#tinta Romansa Senja Jingga
8-April-2013





Siapakah Orang yang Mencintaiku

**mungkin dua mata tak kan cukup tuk melihat sesuatu  itu benar-benar  indah atau bukan..
apalagi logika,ia  takan mampu tarik kesimpulan yang jauh dari nalar manusia..
tapi tenanglah..
kau masih  memiliki hati  nurani untuk membuat semua semakin terlihat transparan dan estetis tanpa rekayasa..

lakukan apa yang buat mu tenang, lakukan apa yang buatmu tertawa, tanpa harus repotkan lainnya..
jadilah diri sendiri, tanpa harus menjadi apa yang bukan sepertimu..
lihatlah, siapa yang benar-benar perduli denganmu..
melihatmu tanpa kaca mata, atau pun kriteria busuk manusia..
kau tertawa tanpa eja, kau melangkah tanpa pura-pura,
saat itulah..
sebetulnya kau kan sadar, saat seperti inilah, kau temukan siapa yang benar-benar mendengar apa yang tak pernah dikatakan, mengerti apa yang tak pernah dijelaskan, dan melihatmu dari hati yang terdalam...

#tinta Jinggaaa

Jaga dia, ya Allah



Ya allah,
Aku tak mengerti apa yang aku rasa? Kenapa seperti ini?
Aku akan selalu jaga persahabatan ini, antara aku dan dia.
Walau aku sadar, permata di depan mata, apakah aku salah jika memiliki rasa damba?
Ya allah, jagalah hati dia hanya untuk satu nama. Yang jelas, aku tak banyak berharap jika nama itu aku. Namun aku akan bahagia jika dia pun bahagia. Aku tak akan rela jika hatinya dipenuhi hujan lagi.
Dia itu indah, yang akan selama indah. Dimataku dan dimata orang-orang yang menyayanginya.
Jagalah tiap langkahnya, aku disini hanya mampu melihat layak spion, memastikan dia dia baik-baik saja. Karna aku tahu, tak mungkinlah dia berpikir rasa yang sebenarnya yang ku rasa untuknya.
Ya, hanya ilusi saat semua terbata. Hanya konyol jika kukatakan lebih dari cinta. Karena kita telah bersama sudah cukup lama, dalam ikatan sahabat untuk selamanya.

langit berHujan dan Tanah

**ketika langit tumpahkan airmata,
seolah tak mampu lagi bendung mendung yg bawa tumpukan2 uap air yang menguap karna tusuk terik mentari..
tanah tetap tanah,
senyum lebarkan pundak menengadah,
masih dibawah dan basah..
temani langit berbenah..

dan ketika langit kan cerah?
apakah tetap bersama langit basah?
berubah,
sesaat sang mentari hadirkan celah..
langit berubah..
bias pelangi nan indah..
sesaat, tinggalkan tanah basah..

tetap saja,
tanah masih basah,
di bawah..
diam dalam fitrah..

tanah, setia
menunggu langit rintikan air sendunya,
tetap saja, dia tetap tersenyum hampa,
dan tengadahkan tangan
dan wadah dada bidangnya..
tetap menjadikannya muara air mata langit..
walau tanah tahu,
langit kadang lupa,
jika terik indah mentari lenakan langit..
tanah basah dalam sapa,
dan juga,
tanah tetap diam,
senantiasa menunggu,
langit tumpahkan air nya..

-tanah basah vs langit berhujan-

#lantita

Sepotong Rona Jingga Di Ufuk Barat


**pernah terucap sapa pelan,
malu-malu ku salam perkenalan..
jawabmu sesantun hati sang tuan..
senyumku.. saat sapamu duluan..

kubang jerat, kau punya pikat..
maya pun tohok jiwa melarat..
ingnku tinggi ego tak mendarat,
apa daya, kau layak malaikat..

andai masuk mampuku masuk layar kaca..
ku kan ulur tangan ku, tuk masuk duniamu begitu saja..
coba sedikit-sedikit tenang di dalam nya...
 Bisikkan Lirih kata, "semua akan baik-baik saja dan berakhir indah pada waktunya."
ya...
 buat semangatmu tak padam kejar cita-cita..

goresan tak apa-apa,
seolah aku baca, kau begitu kuatnya..
padahal, kuat kau bertahan tetampak rapuh nan lemah tanpa daya..
namun, kau ignore semua jadikan tampak kuat didepan semuanya..
sekali lagi aku tahu..
kau lah sinar yang terang diantara redup lainnya..
berkata,"ya.. tak apa>"
semangatlah cahaya...
ronamu tetap hangat, walau hanya sepotong saja...

walau ku tahu...
kau tak pernah anggap aku warna.,
yang indah diantara senja..
biarlah begini saja..
damai tenang bersama doa..
ya..
semoga kau baik-baik saja,
dengan apa yang kau pilih tuk bahagiakan mu..
itu saja..

#tinta Arifta Lantita Jinggaa
-Jingga Temaram Senja



Syeikh Abdul Qodir Al Jalani Kata-kata Motivasi Untuk mengejar cita-cita

Selamat Jalan, Ikhlasku untuk Bahagiamu


 Poem  written by: Arifta Lantita Jingga



Tentang rasa,
saat semua pelik cerita semua..
tanpa jabar kau sulit kiaskan makna..
otak ku bermain dengan prakata,
usung kisah, sulit tarik logika..
                   
Malam..
Gulita dalam gelam
Remang-remang redup ku ingat semua kelam..
Peluk ringkuk selimut,  terasa dingin layak  api padam..
Ku ingat, kisah kau dan aku hilang tenggelam...

Jalanan waktu kau dan aku..
Kisah kasih syahdu,,
Huru haru, suka duka gores cerita itu..
Bersama peluk dan bahagia selalu..

732 hari, selama itu jemari saling tegenggam..
Dalam suka dan duka, langkah pijak bersama
Selalu, kau dan aku habiskan malam-malam di suasana redup Jogjakarta
Yaa, 732 hari bagiku sungguh tinggalkan beribu-ribu kesan tak terlupa..

Lambat laun, sang pohon tak ijinkan buahnya jatuh  terlalu lama
Buah pun terima, genggamku lepaskanmu  tanda tulus cinta itu ada..
Tak munafiik ku tak rela, tapi wujud cinta nyata ialah terima itu semua..
Demi kau bahagia kelak bersamanya..

Jatuh ke kubang penderitaan, saat semua terpisah..
Bukan Cuma jarak, asaku bersama seolah wacana yang tak ada ujungnya.
Aku rindu kita bersama,
Seperti dulu kala, dalam wheather apa adanya
Tulus dan tanpa pikir terpisah ..

Dan aku tahu..
Tak mungkin kita bersatu...
Undangan biru, tegeletak di meja
Namamu terlukis bersama orang  lain ..
Remuk redam, aku lipat dan simpan rapat..
Senyumku, lukis hanya untukmu..
Bahagiamu itu tujuanku..
Tanpa ku tengok rasaku dalam-dalam..
Ku rela simpan dan kubur rapat lukaku..

“selamat”,  ucap ku bersama doa tersemat..
Kelak, engkau kan bahagia, walau jemari lain genggam tanganmu..
Ingin ku rengkuh tubuhmu untuk sekali saja,
Ku ingin damaikan naluriku, jiwaku yang sebetulnya ingin terus bersamamu..
Namun sadarku, bahwa kini aku bukan milikmu..
Ijinkan aku selalu tersenyum bila mengingatmu,
Dan doaku adalah caraku relakanmu..

 Request poem for Heru Prasetio Cumi :P
Adj-13. 01. 2013
Jingga temaram senja..
4:01 am

Subscribe us on YouTube

Search This Blog

Arifta Lantita Jingga. Powered by Blogger.

Jadikan cintamu menjadi semangat untuk kehidupanmu

Jadikan cintamu menjadi semangat untuk kehidupanmu
...jika separuh nafasq hanya untuk mu maka kan ku berikan semua nafasku hanya untuk kebahagiaan mu,... cintaq adalah hidupq...