A story about....

Sang Rumput dan Angin (Kisah Cinta Tak Terungkapkan)

 **Sepertinya angin selalu berbisik keindahan, bagi mereka yang sadar. Ya.. bagi mereka yang mengengerti akan sebuah keelokan dari   ga...

Jangan Menyerah untuk Masalah

**Bismillahirrahmanirrahim....
berilah kemudahan dalam setiap langkah..
berilah pijar semangat pantang menyerah...
semoga di saat terjatuh... saat itulah mereka  segera bangkit berbenah..
berlari kesegala arah tanpa ada kata 'aku mengalah'..
jangan kau lengah...
cahaya itu jangan biarkan redup, pancarkanlah kesegala penjuru arah..
Jangan sampai kalah...
Jangan ada yang pasrah...
Karena hidup adalah perjuangan tanpa lelah..
yakinlah...
kelak akan berakhir indah...
disetiap tetes keringat dan jerih payah...
semua terjawab oleh ikhtiar, tunduk pasrah, dan kepada-NYa tangan tengadah..

 Arifta Lantita Jinggaa
#senja temaram jinggaa
19032014
Magelang berpayung mendung
@ariftatita

Manusia Ciptaan Allah




**aku mengerti, manusia itu  sama, dalam hal kewajiban sebagai makluk sosial, agama, dll. Aku kurang paham dengan Ilmu sosial, namun ada kalanya manusia itu berbeda.. tidak sama  satu dengan lainnya, baik dengan apa yang aku pikirkan, berbeda dalam mengeja batin dan juga berbeda dalam pilih jalan tertempuh..
Dalam hal ini, manusia beradu dalam logika dan juga rasa..
Walaupun iklhas dan berusaha menata porak poranda dunia, tetap saja ada, salah dua atau  mereka yang tak peduli arti, "menghargai." Mereka lupa, bahwa di lubuk hatinya, ya di situlah perasaan yang mudah tersentuh.. Ada satu hal yang mudah sekali retak..
Jika manusia berjalan sesuai jalur, tetap saja masih ada kendaraan lain meyerobot jalan kita hingga tanpa kau inginkan, kau pun tiba-tiba terjatuh.  Bukankah benar??
Kemudian apa kah kita harus sama, mengikuti tidakan tak beradab itu?
Apakah dengan mudahnya, emosi yang telah lama kau pupuk untuk tenang dan pulas tertidur didasar batin sana, tiba-tiba bangun untuk ikut beradu dengan emosi tak beralaskan akal dan nurani..?

Tak apalah, mereka yang berjalan tak mengikuti jalur yang ditentukan.. Kadang pun mengusik dinding-dinding batinmu, yang jelas, sebagai manusia yang arif, dan diberi kelebihan sebagai makhluk berakal dan berperasaan, seenggaknya kita mampu tersenyum, dan berkata, "Aku tak akan ikut jalan pintas seperti itu.. dan aku Masih memiliki-Nya, dan Kepada-Nya aku berserah dan Meminta.."

Dan dengan kepala tertunduk, mengingat Sang Pencipta Mengawasi manusia, bsakah kita berjalan dengan dua kaki tanpa berfikir, siapakah Pemberi Karunia kaki ini agar Mampu Berjalan? Tanpa_Nya... kita semua tak berarti apa-apa..

“Hasbunallah wa nikmal wakil, Nikmal maula wa Nikman Nasir”
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.


@ariftatita
#lantita Jingga

like page Nada Jiwa: Klik link https://www.facebook.com/NadaJiwa

Lentera Cinta (goresan Kecil Latinta Jinggaa)



ku kubur rasa yang kian tumbuh tunas-tunasnya..
entah terbilang  rintihan pedih  melanda..
biarlah..
ku enyah dari asa yang sulit ku jamah..
biarlah..
ku endap semua layak pencerah..

cangkramaku dalam maya..
relung terbang simpuh tasbih dan doa menggema..
dalam tiap sujud terselip nama..
entahlah..
kau dengar dentingnya ??
atau...
 tak pernah tersentuh  lantunan syahdunya??
yang ku tahu,
ku tenang saat ku  bisikkan nama,
kau dan aku, menjadi kita..

#latinta Jinggaa

*PA Hopeless

**Biarku diam memoksa..
Bibir kelu lipat seribu kata..
Rajam hasrat nan tunda..
Umpat serapah tak lagi berharga..


Tengok dan angkuh..
Sorot Mata lawan tuduh
geram hatiku cairkan hari keruh..
bereskan poin-poin gaduh..

Langkah gontai iringi desir nadi..
bela diripun tak lagi berarti..
walau darah keringat dianggap ilusi..
ahh... biarlah... lagakku tegap berdiri..
walaupun dianggap tak suci..
turun tangan bantu bayi lemah pun ku pasti sudii..

biarlah sinar pupus terlukis kasat mata..
redup setengah padam derita..
gugur jiwa yang tak bisa hidup di ubahnya,,
diam kelam dalam kubang tak bernama..


Request Poem for Must Keren *-_-*
magelang, maret 2013
Tinta Lantita Jingga...

Sepotong Rona Jingga Di Ufuk Barat


**pernah terucap sapa pelan,
malu-malu ku salam perkenalan..
jawabmu sesantun hati sang tuan..
senyumku.. saat sapamu duluan..

kubang jerat, kau punya pikat..
maya pun tohok jiwa melarat..
ingnku tinggi ego tak mendarat,
apa daya, kau layak malaikat..

andai masuk mampuku masuk layar kaca..
ku kan ulur tangan ku, tuk masuk duniamu begitu saja..
coba sedikit-sedikit tenang di dalam nya...
 Bisikkan Lirih kata, "semua akan baik-baik saja dan berakhir indah pada waktunya."
ya...
 buat semangatmu tak padam kejar cita-cita..

goresan tak apa-apa,
seolah aku baca, kau begitu kuatnya..
padahal, kuat kau bertahan tetampak rapuh nan lemah tanpa daya..
namun, kau ignore semua jadikan tampak kuat didepan semuanya..
sekali lagi aku tahu..
kau lah sinar yang terang diantara redup lainnya..
berkata,"ya.. tak apa>"
semangatlah cahaya...
ronamu tetap hangat, walau hanya sepotong saja...

walau ku tahu...
kau tak pernah anggap aku warna.,
yang indah diantara senja..
biarlah begini saja..
damai tenang bersama doa..
ya..
semoga kau baik-baik saja,
dengan apa yang kau pilih tuk bahagiakan mu..
itu saja..

#tinta Arifta Lantita Jinggaa
-Jingga Temaram Senja



Syeikh Abdul Qodir Al Jalani Kata-kata Motivasi Untuk mengejar cita-cita

Selamat Jalan, Ikhlasku untuk Bahagiamu


 Poem  written by: Arifta Lantita Jingga



Tentang rasa,
saat semua pelik cerita semua..
tanpa jabar kau sulit kiaskan makna..
otak ku bermain dengan prakata,
usung kisah, sulit tarik logika..
                   
Malam..
Gulita dalam gelam
Remang-remang redup ku ingat semua kelam..
Peluk ringkuk selimut,  terasa dingin layak  api padam..
Ku ingat, kisah kau dan aku hilang tenggelam...

Jalanan waktu kau dan aku..
Kisah kasih syahdu,,
Huru haru, suka duka gores cerita itu..
Bersama peluk dan bahagia selalu..

732 hari, selama itu jemari saling tegenggam..
Dalam suka dan duka, langkah pijak bersama
Selalu, kau dan aku habiskan malam-malam di suasana redup Jogjakarta
Yaa, 732 hari bagiku sungguh tinggalkan beribu-ribu kesan tak terlupa..

Lambat laun, sang pohon tak ijinkan buahnya jatuh  terlalu lama
Buah pun terima, genggamku lepaskanmu  tanda tulus cinta itu ada..
Tak munafiik ku tak rela, tapi wujud cinta nyata ialah terima itu semua..
Demi kau bahagia kelak bersamanya..

Jatuh ke kubang penderitaan, saat semua terpisah..
Bukan Cuma jarak, asaku bersama seolah wacana yang tak ada ujungnya.
Aku rindu kita bersama,
Seperti dulu kala, dalam wheather apa adanya
Tulus dan tanpa pikir terpisah ..

Dan aku tahu..
Tak mungkin kita bersatu...
Undangan biru, tegeletak di meja
Namamu terlukis bersama orang  lain ..
Remuk redam, aku lipat dan simpan rapat..
Senyumku, lukis hanya untukmu..
Bahagiamu itu tujuanku..
Tanpa ku tengok rasaku dalam-dalam..
Ku rela simpan dan kubur rapat lukaku..

“selamat”,  ucap ku bersama doa tersemat..
Kelak, engkau kan bahagia, walau jemari lain genggam tanganmu..
Ingin ku rengkuh tubuhmu untuk sekali saja,
Ku ingin damaikan naluriku, jiwaku yang sebetulnya ingin terus bersamamu..
Namun sadarku, bahwa kini aku bukan milikmu..
Ijinkan aku selalu tersenyum bila mengingatmu,
Dan doaku adalah caraku relakanmu..

 Request poem for Heru Prasetio Cumi :P
Adj-13. 01. 2013
Jingga temaram senja..
4:01 am

Sambut Jika Tak Malu

**harga diriku jelas disini..
aku tak meminta tuk kau hormati..
sekedar melirik, atau menyapa, itu bagiku berarti...
sebenarnya apa sih yang kau maui?

silahkan kau injak, tak mungkin marahku...
silahkan kau robek, jika itu bahagiamu..
silahkan kau tarik ulur, toh aku tak kan berlalu..
toh suatu saat nanti, kau akan tersandung, akan polahmu..

jika jatuhmu, maaf aku tak bisa menolongmu..
tapi aku janji tak kan pernah menertawaimu..
iba sih iba, eeeeehmmm... ku cuba ulurkan tanganku..
tapi, pantaskah kau raih saat harga dirimu merasa malu...

entitle: Sambut Jika Tak Malu, 5 Januari 2013 23:17
--galak n 9




Senja 2012 (Goresan Gadis Kecil Arifta Lantita Jingga)


“Senja 2012”

Selamat malam..
Diberujung akhir tahun ini, terseret kata yang mungkin setiap orang juga telah menuliskannnya. Tentang sebuah waktu, dimana tutup tahun tersemat diakhir 2012 ini.
Tak terasa mulai beranjak melangkah menua dunia ini. “senja 2012” aku temukan klausa itu di inbox hapeku. Pertama aku bingung, presepsiku bermain dengan prakata,  tentang ”senja 2012” tersebut.
Terimakasih untuk malaikat bersayap tujuh warna, yang memberikan Utterance yang bermakna ambigu.
“Senja 2012”
Senja kali ini berbeda dengan seretan penaku menjelaskan tentang senja yang merona jingga. Memeluk temaram jingga di ufuk barat nan indah. Senja kali ini tentang rentang waktu yang mau tak mau berujung melipat rapi kembali ke peraduan.
Senja 2012
Terindah,  langkah-langkah serpihan kisah. Cerita yang belum berujung tentang sebuah asa yang belum tergapai menuju sebuah arah.
Aku yakin  setiap orang pasti berjalan sesuai dengan suratan-Nya. Susah senang kita lalui dengan indah, walau kadang kerikil maupun batu kecil menghalangi langkah. Dan sekali lagi aku yakin, setiap orang mampu melaluinya. Karena sang Cahaya, Rabb kita tak akan memberikan sebuah ujian melebihi kemampuan hamba-hambaNYa.
Sujud terima kasih berserta syukur, tak henti-hentinya terlantun dari mulut-mulut hamba yang mampu mendengar batinnya dan kekuasaan-kekuasanNya yang tergambar jelas.
Maka nikmat apa yang kau dustakan?”
Renung makna Ar-Rahman menjani penuntun jalan kita. Kuasa Allah tiada terhingga.
Review senja 2012. Berujung penghitung waktu tentang sebuah cerita. Perjalanan yang indah, isak tangis meraja dalam langkah-langkah insan manusia.

Subscribe us on YouTube

Search This Blog

Arifta Lantita Jingga. Powered by Blogger.

Jadikan cintamu menjadi semangat untuk kehidupanmu

Jadikan cintamu menjadi semangat untuk kehidupanmu
...jika separuh nafasq hanya untuk mu maka kan ku berikan semua nafasku hanya untuk kebahagiaan mu,... cintaq adalah hidupq...